Dewi Hastarini & Lusy Estriani

169 Bahasa Etnis di Indonesia Terancam Punah

Posted on: Desember 18, 2012

Keragaman bahasa Nusantara yang terbagi atas dua kelompok bahasa besar, yakni rumpun Austronesia dan Non-Austronesia, semakin terancam punah.

Meskipun Bahasa Indonesia mungkin akan menjadi Bahasa Internasional seperti yang telah di ulas pada posting sebelumnya, namun ternyata Bahasa etnis Indonesia sendiri terancam punah.

“Tinggal 10 persen saja yang akan bisa bertahan. Penyebabnya, bahasa-bahasa itu semakin jarang dipergunakan,” kata Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Abdul Rachman Patji, di Jakarta, Jumat, 16 Desember 2011.

Ancaman kepunahan bahasa daerah cenderung terjadi pada rumpun non-Austronesia, khususnya bahasa-bahasa yang digunakan oleh para penutur yang tinggal di Indonesia bagian timur.

Abdul Rachman Patji menyebutkan, jumlah bahasa daerah yang terancam punah menurut referensi penelitian adalah 169 bahasa etnis.

Ada beragam faktor yang mempengaruhi kepunahan bahasa tersebut sebagaimana diperkuat penelitian lapangan kami pada pertengahan 2011. Faktor itu adalah urbanisasi dan perkawinan antar-etnis, ujarnya.

“Urbanisasi berpengaruh karena jika orang dari daerah pindah ke kota besar atau ibu kota, maka dalam berinteraksi dengan etnis lain bahasa etnisnya sendiri cenderung ditinggalkan. Mereka akan memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi antar-etnik dan tidak lagi menggunakan bahasa daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Menurut dia, penyebab utama kepunahan bahasa juga karena para orang tua tidak lagi mengajarkan kepada anak-anaknya dan mereka juga tidak secara aktif menggunakannya di rumah atau dalam berbagai ranah komunikasi.

Sedangkan perkawinan campuran menyebabkan penggunaan bahasa etnis kedua pihak yang menikah ditinggalkan dan sebagai gantinya kedua pihak saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan alasan untuk meningkatkan pemahaman.

Di samping hal-hal tersebut, Abdul menuturkan, ada empat sebab lain kepunahan bahasa. Pertama, para penuturnya berpikir tentang dirinya sebagai inferior secara sosial. Kedua, terikat pada masa lalu. Ketiga, sisi tradisional dan keempat karena secara ekonomi kehidupannya stagnan.

Keempat sebab ini disebut oleh sejumlah linguis sebagai proses penelantaran bahasa, imbuhnya.

Secara lebih luas lagi, lanjut dia, faktor-faktor yang mempercepat kepunahan bahasa juga datang dari kebijakan pemerintah, penggunaan bahasa dalam pendidikan dan tekanan bahasa dominan dalam suatu wilayah masyarakat multibahasa yang berdampingan.

 

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2011/12/16/079372002/169-Bahasa-Etnis-di-Indonesia-Terancam-Punah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: